Meraih Impian
semua tentang saya....kisah, petualangan, suka, duka...dan perjuangan
Sabtu, 05 November 2011
Dan matahari pun hampir kembali ke peraduannya, benar...hari telah petang. Pohon rindang itu menampakan siluet yang begitu indah ditempa sinar matahari berwarna jingga, selalu terlihat kokoh berdiri dipinggir danau. Pesonanya tentu akan melelehkan sang hati pengagum keindahan, beberapa orang berlomba engejar kelinci untuk segera dikembalikan ke dalam kandangnya. suara serangga malam mulai sayup-sayup terdengar ikut memberi tanda bahwa hari akan segera meninggalkan keceriaan di siangnya dan hendak digantikan malam. entah apa yang sekarang sedang kutulis..sebagian orang sibuk dengan kompetisi menggapai kehormatan dan sebagian lainnya bahkan tak peduli dengan apa yang disebut kehormatan, mereka sudah terlalu lapar untuk men\mikirkan cara terhormat apa yang bisa digunakan untuk mengisi perut.
Rabu, 13 Juli 2011
happy holiday
tempat ini salah satu lokasi yang dijadikan tujuan ziarah, tapi aku kurang mengerti mengenai hal seperti itu. Haa...tempat ini cocok dijadikan tujuan bagi anda yang bermaksud menikmati liburan dengan kesejukan alam. 

Selasa, 12 Juli 2011
Dangerous
Jika aku ingin mengurutkan daftar orang-orang yang berbahaya, maka inilah pendapatku :
1. Tentu saja pembunuh berdarah dingin, sudah jelas kriminalnya
2. Perampok yang berdarah dingin pula, kalo mereka masuk rumah kita..maka tak menutup kemungkinan mereka tak segan-segan melenyapkan nyawa kita
3. Hmm..hacker, mereka bisa saja mengacak-acak data kita di dunia maya. Dan hal ini tentu saja bisa sangat merugikan, dan mungkin membuat kita menderita malu yang berlebihan
4. Dosen yang sensi, nah...berhubung mereka lah yang menguasai nilai dalam akademik, maka sebaiknya jangan coba-coba melakukan hal yang menyinggung beliau-beliau. IPK kita terancam, ssttt.....
5. Tetangga yang hoby bergosip..mereka-mereka ini yang bisa membuat kenyataan tak seperti keliahatannya. Bahan omongannya bisa jadi ancaman...!!
6. Adik laki-laki yang hampir sebaya dengan kita, manusia dengan jiwa labil seperti itu akan sangat mengganggu kelangsungan hidup kita di rumah. Dia akan coba mengetahui segala hal tentang kita. Menyebalkan.....
7. Orang tua juga agak sedikit membahayakan. Jangan berpikir untuk mencari masalah dengan mereka, ini bisa membuat isi dompet kita terancam. Tapi untuk satu hal ini kita tetap harus menghormati dengan segala kehati-hatian.hoho
8. Yang ini, daftar paling akhir tapi sebenarnya paling membahayakan. Teman. Loh??? Yaa..mahkluk yang dinamakan teman bisa berbalik jadi manusia paling berbahaya. Karena status mereka sebagai teman baik, tentu kita tak segan untuk menceritakan segala hal padanya. Tapi jangan salah dengan teman yang hanya bergelar ‘baik’ saja, dengan begitu halus ia akan membuat dirinya nampak sebagai orang yang paling mengerti kita padahal mungkin mereka punya maksud lain dibelakangnya. Karena ia tau semua kisah kita, maka dengan mudah ia bisa menjadikan hal itu sebagai bumerang bagi kita sendiri. Ia mungkin akan mengatakan bahwa kita beruntung mendapatkan seseorang sebagai pasangan, padahal itu pendapat ia pribadi karena ia merasa menyukai orang tersebut. Padahal jika memang ia benar-benar teman baik, ia tak akan kalah dengan hatinya semata, ia bisa saja menggunakan logikanya. Kalaupun itu merupakan pilihan yang berat, aku rasa jika pilihannya tak akan sampai membuat dirinya kehilangan nyawa maka kalau ia benar-benar teman, ia tak akan ragu mengingat kita sebagai temannya. Bukan malah membiarkan temannya merasakan sakit lahir batin dengan memilih mengikuti hati tanpa pertimbangan logika. Ia tidak hanya akan bermulut manis saja, ia akan jadi orang yang benar-benar menjadi tempat berlabuh bagi kita. Teman yang baik tak akan pernah mengcover kehidupan dunia dengan cerita betapa baiknya ia, betapa tak bersalahnya ia. Ia tak akan sampai berkali-kali mencampakan kepercayaan yang kita berikan.
Haa...apa ini terlihat seperti pengalaman pribadi???ya memang benar, memang dari awal aku bilang ini pendapatku. Semua ini bukanlah hal mutlak, maka aku yakin tiap orang pastilah memiliki urutan daftar yang berbeda.akupun hanya mengungkapkan ini sebagai pledoi, bahwa sewajarnya aku membenci atas suatu hal yang menyakitiku.
aku
Satu hal yang seharusnya disadari oleh orang-orang yang ‘hendak’ mengalami keputus asaan, bahwa dunia ini bukan diciptakan bagi orang-orang berada saja. Berbahagialah...karena Tuhan begitu baik berkenan memberikan tempat bagi semua ciptaannya di dunia ini, tentu saja didalamnya termasuk aku dan kalian. Bersyukurlah atas semua yang telah kita dapat sekarang ini, nikmat itu bukan hanya berupa harta benda.(haa...semua orang tentu tau teori ini) tapi hanya sebagian kecil saja yang benar-benar memahami esensinya, sementara sebagian besarnya mungkin hanya sebatas menjadikan kalimat tersebut untuk sedikit membuat senyum pilu yang dipaksakan. Inilah kehidupan...dimana di dalamnya terdapat bermacam kompetisi untuk membuktikan siapa yang terbaik. (perlu ditekankan, bahwa yang dimaksud kompetisi disini bukanlah untuk hal-hal duniawi semata) meskipun kenyataan yang ada memang terlihat jelas seperti itu, seolah-olah kemuliaan sebagai pemenang merupakan tujuan hidup seseorang. Sudah, hanya dsampai disitu. Yang hendak kuucapkan, yaa..bahwa kita semua (hampir) tau akan ada kehidupan lain setelah dunia ini. Untuk mencapai kemuliaan disana tidaklah sama seperti parameter yang ada di dunia, kaya tidak hanya sekedar kaya, sukses bukan hanya sekedar sukses, tidak hanya sekedar ‘baik’. Haa...lagipula, apakah penilaian manusia akan berguna disana???
Beginii...akan coba aku tuturkan.
Benar, bahwa aku bukan orang yang baik. Tapi yaa, aku pikir tidak juga pantas disebut orang jahat. Ohh, stigma itu sungguh mengerikan. Tapi kalimat yang ku ucapkan ini tentu saja berdasarkan norma yang berlaku, singkatnya pandangan manusia. Ku katakan lebih dulu kalau aku cukup bahagia dengan hidupku sekarang. Yaa.. sampai saat ini Tuhan masih berkenan memberiku kesempatan belajar di lembaga formal, aku tak pernah kelaparan, bajuku masih layak pakai, aku punya saudara dan kawan yang menyayangiku. Beberapa hal ini kurasa cukup untuk membuktikan ucapanku bahwa aku memang cukup bahagia. Sebentar lagi umurku akan menginjak 19, waw...sudah cukup tua untuk lebih siap menghadapi kehidupan ini. Coba kuingat masa kecilku dulu, haaa..aku anak pertama (perempuan), itu yang diharapkan seluruh keluargaku. Jadi pada saat aku lahir, aku telah memberikan kebahagiaan pertama di keluargaku. Hebat kan. . . .
Sampai sekarang aku merasa tak kekurangan apapun, orang tua selalu berusaha mewujudkan semua keinginanku. Itulah sebabnya aku merasa hidupku cukup sempurna. Kenapa aku hanya bilang cukup???yaa..karena dalam beberapa waktu, aku pernah merasakan ada yang kurang. Huff..ini ciri orang yang tidak bersyukur, jangan ditiru...!!! aku juga pernah mengalami rasa yang disebut ‘kecewa’, bahkan sering sebenarnya. Suatu waktu, naluriku sebagai manusia menginginkan sesuatu hal tapi aku tak mendapatkannya. Dulu itu sering terjadi padaku, namun kemudian aku sadar bahwa kecewa hanya akan menghampiri orang yang ‘terlalu’ banyak berharap pada manusia. Maka kemudian aku mulai menggantungkan harapanku pada Dzat yang (sebenarnya) tak mungkin mengecewakan mahkluknya, kalaupun ada yang merasa kecewa...itu merupakan pandangan manusia yang bersangkutan saja.yaaa kaaann??
Jangan terlalu banyak menumpuk harapan, susunlah yang benar..lalu usahakan satu persatu, terwujud kita bersyukur, belum terwujud kita tawakal dan lanjut lagi tentunya. Haa...berasa jadi orang ‘bener’ aku bilang begini...
Percaya atu tidak, dalam perjalananku hingga sampai pada usia saat ini tidaklah mudah. Banyak sekali (kusebut sebagai cobaan) yang menghampiriku, haa...malah aku sempat berpikir apa cobaan itu ingin terus berkawan denganku, tak adakah manusia lain yang lebih menarik untuk dihampiri??menyebalkan...
Aku bukan orang yang terlalu sabar, bahkan dalam beberapa hal kesialan yang menimpaku... tak jarang aku sampai menggerutu dan mengeluarkan semua kekesalanku. Hmm..aku tak bermasalah dalam hal belajar, aku selalu dapat nilai yang cukup memuaskan (kecuali sekarang tentunya. Jika kubilang cukup, sekarang memang benar-benar cukup dalam arti sebenarnya). Aku sempat mengalami prahara dengan sahabatku sendiri, kuceritakan dulu kalau ia adalah seorang perempuan yang powerfull, ia pintar dalam segala hal, sosoknya selalu terlihat berwibawa, tapi dalam hal ‘gila’ dia sama denganku. Aku mengaguminya sampai perkara itu terjadi, ia sampai menghujatku sebagai musuh dalam selimut. Padahal ini semua salah paham sebenarnya, aku sama sekali tak pernah merebut apalagi menggoda pujaannya. Biar kukatakan kalau aku tau diri, aku tak pernah menyukainya. Bahkan sekalipun suka, aku tak akan merebutnya. Saat itu semuanya kacau, tapi akhirnya ia minta maaf setelah tau kebenarannya. Mengerikan sekali kejadian itu, kami yang sebelumnya dikatakan sebagai sejoli tak terpisahkan tiba-tiba perang dingin. Tapi sampai sekarang kami bersahabat baik. Haa....banyak lagi hal-hal sosial yang sering menimpaku, padahal aku sebenarnya bukan orang yang rajin mengurusi urusan orang lain. Boleh dikatakan masabodo, tapi jika hal itu menyangkut aku sendiri mana mungkin aku masih bisa bergeming. Sudahlah, disini aku tak akan menceritakan hal-hal yang terlalu memuakanku. Apalagi yang kemarin baru-baru saja terjadi, tapi aku perjelas...sampai sekarang, kejadian itu masih mendapat peringkat terburuk dalam hidupku. She is evil...haha
Aku sekarang akan memasuki semester tiga, tentu saja dengan harapan akan lebih baik dari semester kemarin. Yang perlu digaris bawahi, planning yang kubuat sekarang tidak lagi hanya sebatas planning sementara yang memperindah daftar jadwalku. Kali ini harus menjadi komitmen (haaa...untukmu kudil, jangan harap dengan targetku ini aku akan melepaskanmu meskipun kau menjadikannya alasan untuk tidak mau mengganggu proses belajar atau proses memperbaiki diri : prediksi pikirannya).
Daaann, sebentar lagi Ramadhan...aku harap masih bisa menyambutnya serta menjadikannya moment yang baik. Haa...jika umurku tak terhenti sampai disini, maka perjuanganku akan terus berlanjut sampai selesai. Dan akan banyak hal seru lainnya yang mungkin akan terjadi padaku. Inilah hidupku, aku pulalah yang akan mejalaninya.
Lihatlah dengan hatimu..!!
ini bukan kisah mengenai seorang yang tengah putus asa, bahkan ini mungkin merupakan bukti bahwa ada satu waktu dimana seseorang sama sekali tak pernah berpikir untuk putus asa. bayangkan...ditengah semua persoalan hidup yang dihadapi, ia masih bisa melukiskan senyum ceria di bibirnya. meskipun tak menutup kemungkinan bahwa senyum tersebut hanya ditujukan sebagai benteng untuk orang tak menembus isi hatinya tapi hal itu berhasil membuat dirinya menjadi sosok yang lebih kuat dibanding yang lain dengan persoalan hidup yang serupa.Diantara gelimang masalah yang ada, bukanlah menjadi alasan baginya untuk bisa berputus asa. Ia berpikir sebaliknya, bagaimana ia bisa keluar dari masalah tersebut. Kekurangan yang ia miliki tak lantas membuatnya mengutuk Tuhan untuk dipersalahkan atas apa yang disebut takdir. Beberapa sikap yang ia tunjukan, cukuplah menjadi bukti ia salah satu sosok yang tangguh. Namun terlepas dari itu semua, ia tetaplah manusia yang memiliki hati dan kita semua tau bahwa hati tak akan sekokoh raga, hati merupakan bagian terhalus dari manusia. Maka sewajarnya jika ia pernah merasakan sedih juga atau bahkan membenci, hal ini manusiawi jika memang ada alasan yang memang dirasa pantas membuatnya punya rasa semacam itu. Dengan hati, manusia bisa melelehkan benteng yang dinamakan 'angkuh'. Atau sebaliknya, hati bisa saja meumbuhkan benteng kebencian jika ada suatu hal yang membuatnya terluka. maka aku pikir, sangatlah penting untuk setiap insan untuk setidaknya menyadari hal ini : bahwa hati bukanlah subjek untuk main-main. Manusia diciptakan dengan begitu kompleks, tidak hanya dengan sifat baiknya saja. Tapi ini bukanlah alasan, sebab manusia punya logika untuk mempertimbangkan melakukan hal diluar garis yang disebut 'baik'. Tidak semua hal di dunia ini bisa diselesaikan hanya dengan menggunakan hati, seharusnya ada peran logika disana. Itulah tanda bahwa ia manusia. Tidak hanya sekedar memiliki hati atau logika, tapi kedua-duanya.
Langganan:
Postingan (Atom)



