Selasa, 12 Juli 2011
Lihatlah dengan hatimu..!!
ini bukan kisah mengenai seorang yang tengah putus asa, bahkan ini mungkin merupakan bukti bahwa ada satu waktu dimana seseorang sama sekali tak pernah berpikir untuk putus asa. bayangkan...ditengah semua persoalan hidup yang dihadapi, ia masih bisa melukiskan senyum ceria di bibirnya. meskipun tak menutup kemungkinan bahwa senyum tersebut hanya ditujukan sebagai benteng untuk orang tak menembus isi hatinya tapi hal itu berhasil membuat dirinya menjadi sosok yang lebih kuat dibanding yang lain dengan persoalan hidup yang serupa.Diantara gelimang masalah yang ada, bukanlah menjadi alasan baginya untuk bisa berputus asa. Ia berpikir sebaliknya, bagaimana ia bisa keluar dari masalah tersebut. Kekurangan yang ia miliki tak lantas membuatnya mengutuk Tuhan untuk dipersalahkan atas apa yang disebut takdir. Beberapa sikap yang ia tunjukan, cukuplah menjadi bukti ia salah satu sosok yang tangguh. Namun terlepas dari itu semua, ia tetaplah manusia yang memiliki hati dan kita semua tau bahwa hati tak akan sekokoh raga, hati merupakan bagian terhalus dari manusia. Maka sewajarnya jika ia pernah merasakan sedih juga atau bahkan membenci, hal ini manusiawi jika memang ada alasan yang memang dirasa pantas membuatnya punya rasa semacam itu. Dengan hati, manusia bisa melelehkan benteng yang dinamakan 'angkuh'. Atau sebaliknya, hati bisa saja meumbuhkan benteng kebencian jika ada suatu hal yang membuatnya terluka. maka aku pikir, sangatlah penting untuk setiap insan untuk setidaknya menyadari hal ini : bahwa hati bukanlah subjek untuk main-main. Manusia diciptakan dengan begitu kompleks, tidak hanya dengan sifat baiknya saja. Tapi ini bukanlah alasan, sebab manusia punya logika untuk mempertimbangkan melakukan hal diluar garis yang disebut 'baik'. Tidak semua hal di dunia ini bisa diselesaikan hanya dengan menggunakan hati, seharusnya ada peran logika disana. Itulah tanda bahwa ia manusia. Tidak hanya sekedar memiliki hati atau logika, tapi kedua-duanya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar