Selasa, 12 Juli 2011

Dangerous


Jika aku ingin mengurutkan daftar orang-orang  yang berbahaya, maka inilah pendapatku :
1.        Tentu saja pembunuh berdarah dingin, sudah jelas kriminalnya
2.        Perampok yang berdarah dingin pula, kalo mereka masuk rumah kita..maka tak menutup kemungkinan mereka tak segan-segan melenyapkan nyawa kita
3.        Hmm..hacker, mereka bisa saja mengacak-acak data kita di dunia maya. Dan hal ini tentu saja bisa sangat merugikan, dan mungkin membuat kita menderita malu yang berlebihan
4.        Dosen yang sensi, nah...berhubung mereka lah yang menguasai nilai dalam akademik, maka sebaiknya jangan coba-coba melakukan hal yang menyinggung beliau-beliau. IPK kita terancam, ssttt.....
5.        Tetangga yang hoby bergosip..mereka-mereka ini yang bisa membuat kenyataan tak seperti keliahatannya. Bahan omongannya bisa jadi ancaman...!!
6.        Adik laki-laki yang hampir sebaya dengan kita, manusia dengan jiwa labil seperti itu akan sangat mengganggu kelangsungan hidup kita di rumah. Dia akan coba mengetahui segala hal tentang kita. Menyebalkan.....
7.        Orang tua juga  agak sedikit membahayakan. Jangan berpikir untuk mencari masalah dengan mereka, ini bisa membuat isi dompet kita terancam. Tapi untuk satu hal ini kita tetap harus menghormati dengan segala kehati-hatian.hoho
8.        Yang ini, daftar paling akhir tapi sebenarnya paling membahayakan. Teman. Loh??? Yaa..mahkluk yang dinamakan teman bisa berbalik jadi manusia paling berbahaya. Karena status mereka sebagai teman baik, tentu kita tak segan untuk menceritakan segala hal padanya. Tapi jangan salah dengan teman yang hanya bergelar ‘baik’ saja, dengan begitu halus ia akan membuat dirinya nampak sebagai orang yang paling mengerti kita padahal mungkin mereka punya maksud lain dibelakangnya. Karena ia tau semua kisah kita, maka dengan mudah ia bisa menjadikan hal itu sebagai bumerang bagi kita sendiri. Ia mungkin akan mengatakan bahwa kita beruntung mendapatkan seseorang sebagai pasangan, padahal itu pendapat ia pribadi karena ia merasa menyukai orang tersebut. Padahal jika memang ia benar-benar  teman baik, ia tak akan kalah dengan hatinya semata, ia bisa saja menggunakan logikanya. Kalaupun itu merupakan pilihan yang berat, aku rasa jika pilihannya tak akan sampai membuat dirinya kehilangan nyawa maka kalau ia benar-benar teman, ia tak akan ragu mengingat kita sebagai temannya. Bukan malah membiarkan temannya merasakan sakit lahir batin dengan memilih mengikuti hati tanpa pertimbangan logika. Ia tidak hanya akan bermulut manis saja, ia akan jadi orang yang benar-benar menjadi tempat berlabuh bagi kita. Teman yang baik tak akan pernah mengcover kehidupan dunia dengan cerita betapa baiknya ia, betapa tak bersalahnya ia. Ia tak akan sampai berkali-kali mencampakan kepercayaan yang kita berikan.

Haa...apa ini terlihat seperti pengalaman pribadi???ya memang benar, memang dari awal aku bilang ini pendapatku. Semua ini bukanlah hal mutlak, maka aku yakin tiap orang pastilah memiliki urutan daftar yang berbeda.akupun hanya mengungkapkan ini sebagai pledoi, bahwa sewajarnya aku membenci atas suatu hal yang menyakitiku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar