Selasa, 12 Juli 2011

aku


Satu hal yang seharusnya disadari oleh orang-orang yang ‘hendak’ mengalami keputus asaan, bahwa dunia ini bukan diciptakan bagi orang-orang berada saja. Berbahagialah...karena Tuhan begitu baik berkenan memberikan tempat bagi semua ciptaannya di dunia ini, tentu saja didalamnya termasuk aku dan kalian. Bersyukurlah atas semua yang telah kita dapat sekarang ini, nikmat itu bukan hanya berupa harta benda.(haa...semua orang tentu tau teori ini) tapi hanya sebagian kecil saja yang benar-benar memahami esensinya, sementara sebagian besarnya mungkin hanya sebatas menjadikan kalimat tersebut untuk sedikit membuat senyum pilu yang dipaksakan. Inilah kehidupan...dimana di dalamnya terdapat bermacam kompetisi untuk membuktikan siapa yang terbaik. (perlu ditekankan, bahwa yang dimaksud kompetisi disini bukanlah untuk hal-hal duniawi semata) meskipun kenyataan yang ada memang terlihat jelas seperti itu, seolah-olah kemuliaan sebagai pemenang merupakan tujuan hidup seseorang. Sudah, hanya dsampai disitu. Yang hendak kuucapkan, yaa..bahwa kita semua (hampir) tau akan ada kehidupan lain setelah dunia ini. Untuk mencapai kemuliaan disana tidaklah sama seperti parameter yang ada di dunia, kaya tidak hanya sekedar kaya, sukses bukan hanya sekedar sukses, tidak hanya sekedar ‘baik’. Haa...lagipula, apakah penilaian manusia akan berguna disana???
Beginii...akan coba aku tuturkan.
Benar, bahwa aku bukan orang yang baik. Tapi yaa, aku pikir tidak juga pantas disebut orang jahat. Ohh, stigma itu sungguh mengerikan. Tapi kalimat yang ku ucapkan ini tentu saja berdasarkan norma yang berlaku, singkatnya pandangan manusia. Ku katakan lebih dulu kalau aku cukup bahagia dengan hidupku sekarang. Yaa.. sampai saat ini Tuhan masih berkenan memberiku kesempatan belajar di lembaga formal, aku tak pernah kelaparan, bajuku masih layak pakai, aku punya saudara dan kawan yang menyayangiku. Beberapa hal ini kurasa cukup untuk membuktikan ucapanku bahwa aku memang cukup bahagia. Sebentar lagi umurku akan menginjak 19, waw...sudah cukup tua untuk lebih siap menghadapi kehidupan ini. Coba kuingat masa kecilku dulu, haaa..aku anak pertama (perempuan), itu yang diharapkan seluruh keluargaku. Jadi pada saat aku lahir, aku telah memberikan kebahagiaan pertama di keluargaku. Hebat kan. . . .
            Sampai sekarang aku merasa tak kekurangan apapun, orang tua selalu berusaha mewujudkan semua keinginanku. Itulah sebabnya aku merasa hidupku cukup sempurna. Kenapa aku hanya bilang cukup???yaa..karena dalam beberapa waktu, aku pernah merasakan ada yang kurang. Huff..ini ciri orang yang tidak bersyukur, jangan ditiru...!!! aku juga pernah mengalami rasa yang disebut ‘kecewa’, bahkan sering sebenarnya. Suatu waktu, naluriku sebagai manusia menginginkan sesuatu hal tapi aku tak mendapatkannya. Dulu itu sering terjadi padaku, namun kemudian aku sadar bahwa kecewa hanya akan menghampiri orang yang ‘terlalu’ banyak berharap pada manusia. Maka kemudian aku mulai menggantungkan harapanku pada Dzat yang (sebenarnya) tak mungkin mengecewakan mahkluknya, kalaupun ada yang merasa kecewa...itu merupakan pandangan manusia yang bersangkutan saja.yaaa kaaann??
Jangan terlalu banyak menumpuk harapan, susunlah yang benar..lalu usahakan satu persatu, terwujud kita bersyukur, belum terwujud kita tawakal dan lanjut lagi tentunya. Haa...berasa jadi orang ‘bener’ aku bilang begini...
Percaya atu tidak, dalam perjalananku hingga sampai pada usia saat ini tidaklah mudah. Banyak sekali (kusebut sebagai cobaan) yang menghampiriku, haa...malah aku sempat berpikir apa cobaan itu ingin terus berkawan denganku, tak adakah manusia lain yang lebih menarik untuk dihampiri??menyebalkan...
Aku bukan orang yang terlalu sabar, bahkan dalam beberapa hal kesialan yang menimpaku... tak jarang aku sampai menggerutu dan mengeluarkan semua kekesalanku. Hmm..aku tak bermasalah dalam hal belajar, aku selalu dapat nilai yang cukup memuaskan (kecuali sekarang tentunya. Jika kubilang cukup, sekarang memang benar-benar cukup dalam arti sebenarnya). Aku sempat mengalami prahara dengan sahabatku sendiri, kuceritakan dulu kalau ia adalah seorang perempuan yang powerfull, ia pintar dalam segala hal, sosoknya selalu terlihat berwibawa, tapi dalam hal ‘gila’ dia sama denganku. Aku mengaguminya sampai perkara itu terjadi, ia sampai menghujatku sebagai musuh dalam selimut. Padahal ini semua salah paham sebenarnya, aku sama sekali tak pernah merebut apalagi menggoda pujaannya. Biar kukatakan kalau aku tau diri, aku tak pernah menyukainya. Bahkan sekalipun suka, aku tak akan merebutnya. Saat itu semuanya kacau, tapi akhirnya ia minta maaf setelah tau kebenarannya. Mengerikan sekali kejadian itu, kami yang sebelumnya dikatakan sebagai sejoli tak terpisahkan tiba-tiba perang dingin. Tapi sampai sekarang kami bersahabat baik. Haa....banyak lagi hal-hal sosial yang sering menimpaku, padahal aku sebenarnya bukan orang yang rajin mengurusi urusan orang lain. Boleh dikatakan masabodo, tapi jika hal itu menyangkut aku sendiri mana mungkin aku masih bisa bergeming. Sudahlah, disini aku tak akan menceritakan hal-hal yang terlalu memuakanku. Apalagi yang kemarin baru-baru saja terjadi, tapi aku perjelas...sampai sekarang, kejadian itu masih mendapat peringkat terburuk dalam hidupku. She is evil...haha
            Aku sekarang akan memasuki semester tiga, tentu saja dengan harapan akan lebih baik dari semester kemarin. Yang perlu digaris bawahi, planning yang kubuat sekarang tidak lagi hanya sebatas planning sementara yang memperindah daftar jadwalku. Kali ini harus menjadi komitmen (haaa...untukmu kudil, jangan harap dengan targetku ini aku akan melepaskanmu meskipun kau menjadikannya alasan untuk tidak mau mengganggu proses belajar atau proses memperbaiki diri : prediksi pikirannya).
Daaann, sebentar lagi Ramadhan...aku harap masih bisa menyambutnya serta menjadikannya moment yang baik. Haa...jika umurku tak terhenti sampai disini, maka perjuanganku akan terus berlanjut sampai selesai. Dan akan banyak hal seru lainnya yang mungkin akan terjadi padaku. Inilah hidupku, aku pulalah yang akan mejalaninya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar